Oleh: lapoliticaholic | April 4, 2008

MAKNA HIDUP MOTIVASI UTAMA MANUSIA

Manusia sebagai makhluk yang terlahir sebagai makhluk yang mempunyai banyak potensi dalam dirinya, baik itu potensi akal, fisik, ataupun potensi psikis (afektif/ perasaan) dan merupakan makhluk yang paling misterius yang artinya mengandung kerahasiaan yang selamanya tidak akan terbuka secara tuntas, man the unknow kata Alexis Carel seorang penerima nobel ilu kedokteran. Dalam perjalanan hidupnya manusia banyak sekali merekam pengalaman dalam sepanjang hidupnya, baik atau buruknya pengalaman itu semua terekam dalam otak kita. Dari pengalaman-pengalam itu ada sebagian orang yang belajar dari pengalaman tersebut dan ada yang menjadi terpuruk dengan kejadian masa lalunya atau biasa kita sebut trauma. Namun dari kesemuanya itu sebenarnya ada suatu hal akan akan dapat memotivasi manusia untuk menyikapi semua permasalah, cobaan yang menimpa manusia. Suatu hal itu yang bisa kita sebut sebagai “makna hidup” . dalam tulisan ini saya berusaha membahas apa itu makna kehidupan dalam paradigma ilmu psikologi.

Dalam logoterapi sebuah aliran psikologi yang didirikan oleh Viktor Frankl ada tiga asas dalam aliran ini yang merupakan pandangan tentang makna kehidupan. Pertama, bahwa hidup memiliki makna (arti) dalam setiap situasi, bahkan dalam penderitaan dan kepedihan sekalipun. Makna adalah sesuatu yang dirasa penting, benar dan berharga yang didambakan serta memberikan nilai khusus seseorang dan layak dijadikan tujuan hidup. Dengan adanya makna hidup ini maka manusia akan berusaha menemukan apa tujuan hidupnya, dengan ini maka manusia akan merasa hidupnya penuh arti dan sangat berharga untuk diperjuangkan. Sebenarnya makna hidup itu sendiri sudah ada didalam diri manusia dan terpatri didalamnya baik dalam kondisi senang ataupun susah. Maka apakah kita sudah menemukan apa makna (arti) kehidupan kita??

Kedua adalah setiap manusia memiliki kebebasan yang hampir tak terbatas untuk menemukan sendiri makna hidupnya. Makna hidup dan sumber-sumbernya dapat ditemukan dalam kehidupan itu sendiri, khususnya pada pekerjaan dan karya bakti yang dilakukan, serta dalam keyakinan terhadap harapan dan kebenaran serta penghayatan atas keindahan, iman, cinta dan kasih. Makna hidup ada didalam diri kita dan disekitar kita, maka apa makna hidup ini buat anda??

Ketiga setiap manusia memiliki kemampuan untuk mengambl sikap terhadap penderitaan dan peristiwa tragis yang tidak dapat dielakkan lagi yang menimpa diri sendiri dan lingkungan sekitar, setelah upaya mengatasinya telah dilakukan secara optimal tetapi tidak berhasil. Maksudnya jika kita tidak mungkin mengubah suatu keadaan tragis , sebaiknya kita mengubah sikap atas keadaan itu agar kita tidak terhanyut secara negaif oleh keadaan itu. Tentu saja dengan mengambil sikap tepat dan baik, yakni sikap yang menimbulkan kebijakan pada diri sendiri dan orang lain serta sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan norma-norma lingkungan yang berlaku.

Asas-asas ini hakikitnya merupakan inti dari setiap perjuangan hidup, yakni mengusahakan agar hidupnya senantiasa berarti bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan Agama. Dalam hal ini diakui adanya kebebasan (yang bertanggung jawab) untuk mewujudkan hidup yang bermakna melalui pekerjaan, karya bakti, keyakinan dan harapan secara tepat untuk mengatasi segala permasalah hidup yang tidak terelakkan lagi.

Dari pembahasan diatas maka dapat diambil kesimpulan:

  • Dalam setiap keadaan, termasuk dalam penderitaan sekalipun kehidupan ini selalu mempunyai makna.
  • Kehendak untuk hidup bermakna merupakan motivasi utama setiap orang.
  • Dalam batas-batas tertentu manusia memiliki kebebasan dan bertanggung jawab pribadi untuk memili, menentukan, dan memenuhi makna dan tugas hidupnya.
  • Hidup yang bermakna dapat diperoleh dengan merealisasikan tiga nilai hidup; yaitu nilai kreatif ( creativity value), nilai-nilai penghayatan (experiental value), dan nilai-nilai bersikap (attitudinal value).

Menurut teori ini eksistensi manusia ditandai oleh aspek kerohanian (spirituality), kebebasan (freedom), dan tanggung jawab ( responsibility).

Banyak diantara kita yang menekan bahkan melupakan adanya potensi-potensi diatas, bahwa mereka punya sisi spirit, freedom dan tanggung jawab. Padahal dengan itulah maka eksistensi kita sebagai manusia akan terwujud. Menjadi makhluk yang disebut oleh Allah sebagai khalifah fiil ard yang diciptakan dengan sebuah tujuan yaitu beribadah (secara umum) dari sisi spiritual, mengelola bumi untuk kemaslahatan manusia (kebebasan berbuat) dan menjaga kelestarian hidup manusia dibumi (tanggung jawab).

Apa makna hidup kamu???? Hanya diri kamu sendiri yang dapat menemukan….

2 April 08. Ku review kembali apa arti hidupku.

Oleh: lapoliticaholic | Maret 25, 2008

dakwah dan anarkis

Maraknya aksi anarkis akhir-akhir ini yang sering terjadi memang sangat memprihatinkan, bagaimana tidak. Bukan sebuah tindakan yang solutif yang terjadi di Jl. Kapten mulyadi solo akan tetapi akan menjadi permasalahan baru bagi umat. Karena dengan peristiwa-peristiwa semacam itu sangatlah besar pentu para musuh Islam untuk menyebarkan fitnah dan opini bohong yang akan meracuni masyarakat  khususnya umat Islam.  Saya sendiri tidak bisa juga menyalahkan rekan-rekan yang mengambil tindakan tersebut, karena menurut info yang saya dengar dari salah satu rekan saya (kebetulan saya domisili diSolo) tindakan itu berawal dari terprovokasinya rekan-rekan remaja masjid atas sikap para pemuda dan remaja disekitar lingkungan masjid yang tidak menghormati umat muslim yang sedang menjalankan ibadah shalat dengan perilaku bermain gitar dan mabuk disaat umat muslim sedang manjalankan ibadah shalat.

Sebenarnya siapa sih yang harus bertanggung jawab atas semua peristiwa ini? Atau mungkin kekerasan sudah menjadi budaya rakyat diNKRI ( Negara Kufur Rimba Indonesia)?apakah ini yang dicontohkan oleh baginda besar nabi Muhammad pada saat mendakwahkan Islam?? Sepanjang pengetahuan saya Rosul tidak pernah mengajarkan sikap anarkis dalam berdakwah.

Mhn komentarnya atas tulisan saya…maklum baru belajar nulis.

Oleh: lapoliticaholic | Februari 25, 2008

KOTORKAH POLITIK???

Politik adalah pengaturan dan pemeliharaan urusan rakyat, meliputi urusan mereka didalam dan diluar negeri. Aktivitas pilitik diselenggarakan oleh negara dan rakyat. Negara merupakan institusi yang secara langsung melakukan pengaturan urusan rakyat, sedang rakyat berfungsi mengontrol negara.Definisi berdasakan kepada fakta (kenyataan) yang ada tentang politik. Disamping itu, definisi tersebut juga sesuai dengan arti menurut bahasa. Didalam bahasa arab, politik atau yang dikenal dengan kata siyâsah, berasal dari kata sâsa, yasûsu, siyâsah; maknanya berarti mengatur urusan rakyat. Didalam kamus al-Muhith dinyatakan: sustuar-raiyah saiyasah (saya mengatur urusan rakyat dengan suatu pengaturan); amartuha wa nahaituha. Artinya saya mengatur/ memelihara urusan rakyat dengan perintah dan larangan. Definisi ini juga diperoleh dari hadist-hadist yang menggambarkan mengenai aktifitas para penguasa, muhasabah (kritik) yang dilakukan rakyat kepada para penguasa, maupun keperdulian terhadap para penguasa, maupun keperdulian terhadap hal-hal yang menyangkut kemaslahatan kaum muslim.

Telah diriwayatkan dari Abu Hasyim, yang berkata : Aku telah tinggal bersama – sama dengan Abu Hurairah selama liam tahun, dan aku mendengar Abu Hurairah menceritakan hadits dari Rasullah saw yang bersabda:”Dahulu, urusan bani Israil diatur oleh para Nabi. Setiap kali Nabi tersebut meninggal (binasa) seketika digantikan oleh Nabi lainnya. Sesungguhnya tidakada lagi Nabi sesudahku. Dan kelak (sepeninggalanku yang mengatur/ memlihara) adalah pada khulafa yang jumlahnya itu banyak. Ditanya (oleh para sahabat) : Apa yang engkau perintahkan pada kami? Jawab; bai’atlah (khilafah) yang pertama dan yang pertama. Dan serahkan pada mereka hak-hak mereka. Sesungguhnya Allah akan menanyai mereka atas apa yang menjadi urusan (tanggung jawab mereka” (HR. Muslim).

Ada banyak hadits shahih yang mengemukakan tetang perpolitikan yakni yang hadits berkaitan dengan para penguasa yang mengendalikan pemerintahan, ataupun umat yang berhak melakukan koreksi terhadap para penguasa, atau juga yang berkaitan dengan kaum muslim satu dengan yang lainnya yang harus perduli terhadap kemaslahatan kaum muslim untuk saling nasehat menasehati; semua itu menjadi sumber sitinbath (penggalian hukum) mengenai definisi politik (siyasah) yang bermakna pengaturan/ pemeliharaan urusan umat. Dengan demikian definisi tentang siyâsah dapat digolongkan sebagai definisi yang syar’i, karena diistinbath dari dalil-dali syara, disamping memiliki implikasi hukum terhadap penguasa muslim maupun kaum muslim. Berdasarkan definis itu pula maka kita bisa menyatakan bahwa kotor tidaknya poltik itu sangat ditentukanm oleh ideologi dan peraturan yang menjadi rambu-rambu didalam politik (yaitu dalam pengaturan dan pemeliharaan urusan-urusan rakyat). Apabila ideologi yang menjadi dasar sekaligus rambu-rambu kehidupan berpolitik itu adalah ideologi kapitalis sekuler, inilah yang menjadi kenyataan saat ini yang diterapkan oleh para penguasa negara-negara barat dan diikuti oleh para penguasa muslim. Jika Islam dijadikan sebagai ideologi dan dasar kehidupan bermasyarakat/ bernegara dan syariat yang dijadikan sistem hukumnya, maka hadist-hadits nabi yang salah satu saya tuliskan diatas itulah gambarannya.

Berdasarkan pemaparan diatas maka ungkapan bahwa politik itu kotor selayaknya dikoreksi ulang sebab tanpa adanya politik maka sama saja tidak adanya sebuah sistem yang mengatur urusan-urusan rakyat, karena semua yang berkaitan dengan pengurusan dan pemeliharan urusan rakyat adalah cakupan dari apa yang disebut dengan perpolitikan. Jadi pembahasan politik tidak sekedar dalam hal meraih kekuasaan, perubutan kekuasaan, ataupun hanya untuk kepentingan kelompok, golongan (partai). Maka alangkah lebih baiknya jika kita saat ini mulai merubah paradigma (sudut pandang) kita tentang politik. Karena jika kita memandang politik kotor maka kita akan selalu perpikir untuk menjauhinya dan tidak perduli padanya sebab sesuatu yang kotor identik dengan keburukan dan tidak disukai oleh kita. Padahal dengan sikap seperti itu maka kaum kapitalis sekuler akan dengan leluasa menacapkan cakarnya diperpolitikan kita karena kita sendiri tidak perduli dan belum mengetahui faedahnya dalam kehidupan bernegara kita. Masak kita tidak perduli dengan semua urusan-urusan kita sendiri dan menyerahkan nasib bangsa dan negara ditangan kaum kapitalis sekuler yang dari hari kehari dengan lahapnya memakan rakyat. Sudah saatnya kita jeli dant tanggap terhadap perpolitikan, kalau bukan kita yang mengawasinya maka siapa lagi yang akan membela hak-hak kita sebagai rakyat negara yang katanya mengikrarkan kedaulatanya pada 17 agustus 1945 tapi kedaulatan tidak berada ditangan rakyat lagi. Sudah saatnya kita ikrarkan kembali bahwa kedaulatan adalah milik rakyat dibawah naungan dan Ridho Allah tentunya.

“Kebenaran tanpa pengaturan (berpolitik) akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir (berpololitik)”. Umar ibn Khatab

Kategori